Langsung ke konten utama

Postingan

SHINTIA'S WISHLIST OF 2020

Hi guys... Assalamu'alaikum. Hm... Percaya gak dengan kalimat, "you are what you think?" Or... "Motion creates your emotion?" Kalo gue sih percaya. Santuyyy... Gue nggak akan maksa kalian untuk satu kepercayaan sama gue kok, hahaha. But here, i would like you guys to help me in saying "aamiin" for every whishlist that I write here. Could you? Thank you for it. So, here we go my wishlist of 2020 1. Wisuda S1 di bulan Juni 2020 (23, 24, 25) gue akan pakai toga di salah satu tanggal itu tahun ini. Aamiin...!!!! 2. Ngelancarin nyetir mobil. Biar gue bisa ajak jalan² ibu, bapak dan adik² nantinya. Jadi ga harus bapak terus yang capek nyetir. 😁🤭 3. I want to visit Yogyakarta, ada sahabat gue disana. Udah kangen banget. Banyak hal yg harus kita obrolin berdua sampai semuanya lurus. Selain itu, ada saudara baik hati yg ingin ku kunjungi pulaaak. Sekalian jalan2 gituuu... 4. Dapat kerjaan yang nyaman dan menyenangkan. Gue ingin belaja...
Postingan terbaru

Surat Untuk Diriku Sendiri

Selamat malam Shintia. Kabarnya bahagia? Semoga, saya selalu berdoa agar kebahagiaan selalu ditanganmu. Agar Tuhan selalu melindungi setiap langkahmu dan selalu bisa menjadi pribadi berkepala dingin. Dear Shintia di masa lalu, terima kasih ya masa kecilmu sudah terlewati dengan sangat baik, dengan menjadi seorang anak yang membanggakan, layak untuk dipuja-puji siapapun dengan segala prestasi yang kau miliki, kamu anak yang cemerlang. Good job, anak baik... Dear Shintia di masa kini, semangat untuk terus menjalani hidup dengan baik dan bahagia, kamu hanya perlu bahagia dan sedikit membuka pikiran juga wawasanmu untuk bisa terus berpikir dengan kepala dingin. Kamu hebat, masih tetap cemerlang dengan menjadi dirimu yang unik, berkarakter juga penuh belas kasih pada sesama. Terima kasih untuk tidak berlarut dalam memprotes kepiluan yang kadang kau rasakan dan datang secara tiba-tiba. Kamu mungkin banyak berlaku kurang baik di masa ini kepada banyak manusia, namun berterima kasihla...

AGUSTUSAN eh AGUSTIN. 🤭🤟

Gue punya satu sahabat gila. Semakin malam obrolan semakin gila. Gatau makin absurd aja whahahahaa. Biasanya kalo nelpon karena ada yang sangat perlu ditumpahkan UNTUK CURHAT. Makanya buat yg mo tau apa aja permasalahan dalam idup gue dan mau tau aslinya gue gimana, porotin aja tuh si Agustin. Anaknya Bae, cukup dikasih Alphard aja ntar dia buka suara. šŸ˜‚ Gitu dong jadi cewek harus matre! Eh, realistis deh biar terdengar halus. Wkwkk Guys, gue memang jauh lebih beruntung hidupnya, karena masih berada dalam keluarga yang utuh. tapi, gue sangat salut sama dia, sikap dan sifat bodo amatnya sama apa kata orang bikin gue akhirnya butuh mempelajari orang ini lebih dalam, anjay wkwkkk. Karena emang ni orang aslinya ga banyak temennya. Sama kayak gue sih, ga gampang mempercayai banyak manusia. Apalagi untuk dijadikan sahabat yg bisa menampung segala keluh kesah. Hmmm berat. Oiya, gue lagi LDRan sih sama dia, dan itu bikin kita makin menghangat aja kalo punya bahan ghibahan buat te...

KENAPA BETAH?! "GENGS"

"Dear Finda, Riska, Asep, Taher, Budi, Gilang, Isna, Topan, Cecen, Hamzah, Mba Dian, Kaka Ido dan Sarah." Yang terhubung dengan hangat dalam sebutan GENGS. Nama yang asal dicetuskan entah sama siapa. Lupaaaa! Gapenting yg penting gue masi akan selalu ingat kalian. Titik! 1000% yakin Bahagia kalau sama kalian. Mereka semuanya Alhamdulillah bersama gue sejak kelas 1 SMA dan langgeng ampe sekarang. Citcwiwww... 4 tahun cieee... Meski beberapa wataknya keras dan idealis abis, tapi mereka ga merasa "paling", bahkan mereka buka kuping lebar² kalau kita lagi diskusi alot. Berbagai sudut pandang kita bahas kalau lagi kumpul. Agama, sosial, politik, budaya, perbucinan duniawi pun suka kita bawa². Itu kan kebutuhan milenial masa qini yekaaan. šŸ˜‚ Gue ga pernah nyesel pernah se-bar-bar itu sama mereka. Kita pernah belajar kepemimpinan dan tanggungjawab bersama yang akhirnya mencetak kita jadi orang² yang kuat bertahan diluar sana, ataupun tetap kokoh ...

Ucapan adalah Doa

Heloowww... Balik lagi deh sama tulisan absurd di tengah malam. Hehe. Jadi, gue lagi-lagi punya kegelisahan tentang beberapa hal yang... Karena gue begitu pengecut memperjuangkannya, akhirnya gue memutuskan untuk mengeluarkan ucapan seperti itu deh... Buat kalian yang kenal deket sama gue, mungkin beberapa pernah denger kisah² asmara gue dari awal mulai ngebandel di sekolah kali ya... Ngumpet². Hahaha. Ah mana pernah terang²an, sampai sekarang gue masih sepengecut itu buat sekedar membawa si doi untuk menyapa keluarga. Gimana ya... Masih ngerasa sepertinya belum tepat waktunya, yaudah deh jalanin dulu aja. Dan akhirnya gue terjebak sendiri dengan perasaan yang semakin besar dan kita yang kunjung mau pergi. Terlanjur sayang, ah basi... Padahal lagi-lagi iyaa iyaaa salah gue sendiri. Okedeeh cukup muter²nya. Eh guys, khususon sahabat² gue, pernah kan denger gue bilang gini? "Eh kalo misalnya gue nanti ga nikah², dan diantara kalian ada yg belom nikah juga. Udahlah gue a...

Nyawa dan Harapan

Dear, orang-orang yang tidak akan pernah mengerti. Gue boleh cerita? Gue adalah seorang perempuan muda yang takut dengan hidup yang gue miliki. Oh no, hidup ini bukan milik gue, ini hidup dari Tuhan yang diberikan pada gue. Titipan. Lu tau ga? Banyak sekali teman yang gue punya, sangat banyak. Teman laki-laki apalagi. Banyak sekali yang senang dengan gue. Tapi... Tidak semuanya bertahan lama. Kenapa? Minder duluan, takut duluan, karena gue selalu bilang "lu ga akan kuat sama gue, hidup gue complicated, lu bakal banyak sakit hati dan kecewa". Ada yang sudah berniat baik, tapi gue yang akhirnya memutuskan untuk melepaskan, gue gamau menyakiti dia lebih jauh karena tau ujungnya akan bagaimana. Tapi ada juga yang masih ingin memperjuangkan gue hingga saat ini. Boleh dibilang, gue sangat takut kehilangan orang² yang akhirnya berhasil membuat gue nyaman, sampai akhirnya gue takut punya hubungan sama cowok jenis apapun. Karena tau ujungnya bakal gimana.  Gue bukan tipe or...

MY SECOND FEAR!!!

Yah... Saya menulis lagi. hehe jangan bosan! Kali ini yang mendorong saya ingin menulis adalah, listrik yang padam. Kamu pernah merasa takut pada sesuatu yg sebenarnya tak berwujud? Saya punya ketakutan yang seperti itu. Gelap yang pekat. Hm... Rasanya seperti sulit bernapas dan hanya suara desingan nyamuk yang bisa saya dengar. Kalau sekadar untuk menenangkan diri, saya memang salah satu pecinta sepi. Tapi, tidak dengan gelap seperti ini. ditambah lagi baterai handphone semakin berkurang. Yaa sudahlah... Mengeluh itu tidak akan memperbaiki suasana. Saya ingin bercerita saja, sebelum cahaya handphone meredup. Kamu pernah jatuh cinta? Ah . . Klise! Yang jatuh cinta belum tentu berani memperjuangkan cinta, mungkin diusia menjelang 21 ini, saya akan menyebutnya, "bangun cinta". Karena menurut sebuah lagu, jatuh itu sakit, bangun itu semangat. Sungguh lirik yang memberikan sebuah pencerahan. Haha. Oh ya... Bagaimana perjuanganmu membangun cinta yang kau punya? Aku penasar...

MY FEAR BECOME A STORY TO WRITE IN THIS YEAR ^^

Sore yang menakutkan. Belum pernah saya setakut ini. ketakutan yang membuat saya tidak tahu lagi harus tetap diam atau berlari pergi jauh menghilang tanpa pernah kembali. Saya ingin berlari sekencang mungkin, namun semua terasa beku, menengang, tidak tahu harus apa, lutut saya gemetar. Seketika saya ingin siapapun mendengar jeritan hati saya yang mulai menciut, kemudian menculik saya dari tempat itu! Tempat yang membuat saya merasa pengap dan gelap. Sungguh… benar-benar menakutkan… Apa hal yang paling membuat kamu takut? Saya, “menyaksikan kekerasan”, menyaksikannya saja sudah membuat saya merinding hebat, apalagi menjadi korban dari kekerasan itu sendiri? Semoga Allah selalu melindungi kami semua. Tapi… ini tidak ada hubungannya dengan saya, sore itu saya baik-baik saja. Hanya saja, saya rasa tidak ada hal yang bisa membenarkan sebuah amarah dalam bentuk kekerasan. Entah itu pada diri sendiri ataupun oranglain, terlebih jika seandainya ada yang menyaksikan, dan itu… Manusia yang “...

The readers’ point of view of Journal Improving Students’ Speaking Skill through Yahoo Messenger at University of Iqra Buru

The readers’ point of view As the reader, I conclude that the use of Yahoo Messenger in teaching English can increase students’ interest and motivation in joining English class. Besides, it was easy and enjoyable to use and free of cost, the students also have already registered on Yahoo Messenger, so they can log in directly and practice their English orally and written amongst native or non-native speakers of English around the world without feeling ashamed, and it is spontaneously will increase their English skill such as listening, speaking, writing, and reading. And this research focused on speaking skill in terms of Accuracy, Fluency, and comprehensibility and also the students’ interest.

Purpose of Journal Improving Students’ Speaking Skill through Yahoo Messenger at University of Iqra Buru

Purpose The author’s main argument is about with using the yahoo messenger or not, the students should improve their speaking skills, and with this method, they can interest to join and active in speaking class. The reasons for the author’s main argument are, First, because of many students of English Department of University of Iqra Buru (UNIQBU) in Ambon, Indonesia, they cannot communicate with each other in English well, either in the classroom or outside the classroom. Second, Although English has become a compulsory subject in Indonesia from the fourth grade of elementary school up to university level, students are still poor in speaking English. Third, from the author’s first observation shown the poor level of students’ speaking skill caused of the low of their activeness and interest in joining English class especially in speaking. It can be proven by their attendance the subject less than 75%; they were frequently passive in practising their English such in the clas...

Background of Journal Improving Students’ Speaking Skill through Yahoo Messenger at University of Iqra Buru

The author of the journal entitled “ Improving Students’ Speaking Skill through Yahoo Messenger at University of Iqra Buru” is Saidna Zulfiqar A. Bin Tahir. He is a lecturer in English Education Department, the Faculty of Teacher Training and Education, University of Iqra Buru, Ambon, Indonesia.  The audience in this journal is the students of second semester of English Department of University of Iqra Buru in academic year 2012/2013. 

Indonesian Article vs English Journal

After I have learned the Indonesian and English journal, I found some difficulties and easiness, and also the differences from the articles.  The difficulties when I read Indonesian journal is I need to found the article that has a really interesting title and content for me. If it makes me bored when I read it, so I'll not continue to read. While when I read the English article, from the title I felt really curious just from reading the title first because of there is so many new words or vocabulary that I need to know more to make my skill of English is improved. The lack of the Indonesian journal, there are some words that repeated in each part. In other hand, the English journal has so many new vocabularies that I didn't know before, sometimes it makes me cant understand well what is it means.  But, the Indonesian article has some advantages. Those are, it easier to understand because of we are Indonesian. It also makes us easy to read fast and re-read t...

Analysis of Article Native and Non-Native English Language Teachers: Student Perceptions in Vietnam and Japan by Ian Walkinshaw1 and Duongthi Hoang Oanh2

Native and Non-Native English Language Teachers: Student Perceptions in Vietnam and Japan Ian Walkinshaw1 and Duongthi Hoang Oanh2 TITLE -           The major ideas addresses to Native and Non-Native Language Teachers. -           The participants are students. Their affiliation is teachers with the students. -           Yes, they were a special kind of group in the school between teachers and students. ABSTRACT -           The English language teaching industry in East and Southeast Asia subscribes to an assumption that native English-speaking teachers (NESTs) and non-native English-speaking teachers (non-NESTs). -           Native English-speaking teachers (NESTs) are the gold standard of spoken and written language, whereas non-native English-s...