Langsung ke konten utama

Surat Untuk Diriku Sendiri

Selamat malam Shintia. Kabarnya bahagia? Semoga, saya selalu berdoa agar kebahagiaan selalu ditanganmu. Agar Tuhan selalu melindungi setiap langkahmu dan selalu bisa menjadi pribadi berkepala dingin.

Dear Shintia di masa lalu, terima kasih ya masa kecilmu sudah terlewati dengan sangat baik, dengan menjadi seorang anak yang membanggakan, layak untuk dipuja-puji siapapun dengan segala prestasi yang kau miliki, kamu anak yang cemerlang. Good job, anak baik...

Dear Shintia di masa kini, semangat untuk terus menjalani hidup dengan baik dan bahagia, kamu hanya perlu bahagia dan sedikit membuka pikiran juga wawasanmu untuk bisa terus berpikir dengan kepala dingin. Kamu hebat, masih tetap cemerlang dengan menjadi dirimu yang unik, berkarakter juga penuh belas kasih pada sesama. Terima kasih untuk tidak berlarut dalam memprotes kepiluan yang kadang kau rasakan dan datang secara tiba-tiba. Kamu mungkin banyak berlaku kurang baik di masa ini kepada banyak manusia, namun berterima kasihlah kepada mereka yang masih mau bertahan dan menerima segala buruknya kamu. Maaf ya Shintia di masa menuju pendewasaan ini sering merepotkan dan membuat lelah banyak pihak yang terlanjur kenal. Tapi, sungguh aku bangga pada kuatnya Shintia di masa ini, meski tidak pandai menunjukkan emosi yang dimiliki karena saking takutnya melukai. Sudahlah... Nanti juga waktu dan keadaan akan merubah segalanya. Yang penting jangan putus asa, ayo terus belajar agar menjadi manusia "kaya", terutama kaya Hati dan Ilmu. Kemudian jangan sungkan berbagi kemampuanmu dengan siapapun. Ah Shintia, tetaplah menjadi wanita tangguh dan tumbuh menjadi pribadi menyenangkan dengan segala keseksian dalam cara berpikir dan menjalankan hidupnya.

Dear Shintia di masa depan. Jangan banyak mikir ya... Tuhan, Allah SWT yang Maha Tahu sudah mengatur segalanya. Untuk karirmu, rezekimu dan tentunya jodohmu. Kamu harus sukses, dan kamu pasti sukses dengan menjadi wanita yang merdeka! Merdeka atas pilihan hidupmu, merdeka atas bahagianya kamu. Kamu selalu cemerlang dengan segala ide gila dalam hidupmu yang unik ini. Shintia di masa depan tidak akan mudah rapuh, tidak akan sering menangis dan akan lebih sering menertawakan masalah yang datang silih berganti, nantinya malah akan berkawan dengan segala lika-liku kehidupan. Shintia adalah jiwa mandiri yang memiliki kebebasan dengan segala tanggungjawabnya sendiri. Karena sudah terbiasa sendiri, sangat mempercayai diri sendiri, dan nantinya akan menobatkan diri sendiri sebagai wanita yang serba bisa. Dan aku percaya, Shintia ini suatu saat PASTI akan menjadi seseorang yang bisa dibanggakan dari sisi manapun oleh siapapun yang mengenalnya. Keluarga, sahabat, teman dan... Teman hidup?

Tapi tenang saja. Shintia di masa apapun, tetaplah manusia biasa yang masih banyak nilai minusnya. Aku hanya menyebutkan "cemerlang" untuk apresiasi diri, karena sudah bertahan sejauh ini dan hidup dengan kebahagiaan yang cukup. Saya sayang diri ini, Shintia Izza Nursetia. An ordinary human being. ❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEXT RESUME (CHAPTER FIVE, SIX AND SEVEN)

CHAPTER FIVE THE FAIR PERSUADER: ONE-SIDED VERSUS BALANCED ARGUMENTS Generally, when trying to persuade people to “do stuff,” most people only present a one-sided argument - they talk only about the benefits of the idea/product. We’re scared that pointing out weaknesses in our ideas/products will reduce our persuasiveness. We believe that if we only talk about the pros of an idea/product and ignore the drawbacks, then perhaps other people won’t realize the drawbacks of what we’re selling. 17. The Fair Persuader: Create the perception that you are a fair persuader by offering  what appears to be a fair and balanced argument, but then offer-counterarguments  that make your idea/product seem like the best choice. CHAPTER SIX INOCULATION What is inoculation? “Attitude inoculation is a technique used to make people immune to attempts to change their attitude by first exposing them to small arguments against their position. It is so named because it w...

CHAPTER EIGHT THE PETRIFIED FOREST

CHAPTER EIGHT THE PETRIFIED FOREST One of the most powerful persuasion techniques is social proof. Advertisers and marketers know the power of social proof, which is why they use it so often in their marketing materials. Social proof demonstrates to potential customers that a product is popular, causing the customers to think that the product is good to buy. 21 – THE SITCOM LAUGHTER TRACK Television studios realize the power of social proof, which is why a lot of TV sitcoms contain canned laughter. Research has found that people who view sitcoms that have laughter tracks find the sitcoms to be funnier than sitcoms that don’t. It can happen because the canned laughter serves as social proof, and when we hear people laughing, it causes us to laugh too. In another example of the power of social proof, researchers who joined a door-to-door charity campaign found that the longer the list of prior donors, the more likely it was that the person being solicited would donate as well....