Sore yang menakutkan. Belum pernah
saya setakut ini. ketakutan yang membuat saya tidak tahu lagi harus tetap diam
atau berlari pergi jauh menghilang tanpa pernah kembali. Saya ingin berlari
sekencang mungkin, namun semua terasa beku, menengang, tidak tahu harus apa,
lutut saya gemetar. Seketika saya ingin siapapun mendengar jeritan hati saya
yang mulai menciut, kemudian menculik saya dari tempat itu! Tempat yang membuat
saya merasa pengap dan gelap. Sungguh… benar-benar menakutkan…
Apa hal yang paling membuat kamu
takut? Saya, “menyaksikan kekerasan”, menyaksikannya saja sudah membuat saya
merinding hebat, apalagi menjadi korban dari kekerasan itu sendiri? Semoga Allah
selalu melindungi kami semua. Tapi… ini tidak ada hubungannya dengan saya, sore
itu saya baik-baik saja. Hanya saja, saya rasa tidak ada hal yang bisa
membenarkan sebuah amarah dalam bentuk kekerasan. Entah itu pada diri sendiri
ataupun oranglain, terlebih jika seandainya ada yang menyaksikan, dan itu…
Manusia yang “katanya” kau sayangi.
Hai… akhirnyaaaa... saya
menulis (lagi) di tahun 2019 ini. Yaa… perkenalkan kembali, saya... sebut saja SENJA si
gadis melankolis yang juga memiliki sisi sanguinis! Saya bisa dikategorikan
sebagai “gadis gila”. Kenapa? Jangan salah paham dulu dong… melankolis itu sisi
dengan hati yang lembut, setipis kapas dan seperti gelas yang bening dan mudah
pecah. Selain perfeksionis dalam segi visual, saya mudah tersentuh, mudah pula
terluka, jadi jangan salahkan saya jika bekasnya tak kunjung mengering ketika
kamu kembali menyapa. Ya… seperti gelas kaca yang kau lemparkan atau jatuhkan
dengan atau tidak sengaja, kamu tidak akan bisa mengembalikan ia menjadi cantik
seperti bentuk semula. Tapi… semoga saja kau tipe manusia dengan hati yang
cantik yang insyaAllah tidak akan melukai saya dalam bentuk apapun. J oh iya… jangan lupakan sisi lain saya yaa!!! Saya
memiliki satu sisi yang menyenangkan lho, si sanguinis! Bisa dikatakan, manusia
ini patut mendapat semboyan, “nggak ada lo nggak rame.” Ya memang saya jenis
manusia yang tidak akan pernah lelah mengoceh, terlebih ketika melihat kamu
murung. Saya juga tidak akan berhenti meneriakkan orang yang berteriak tidak
baik untuk orang-orang yang saya sayang. Tapi… maafkan kecerobohan saya ya…
terlebih, saya ini lamban, dan sangat mudah lupa ketika panik. Jadi… jangan
buat saya panik dan lebih sering mengingatkan dengan bahasa yang cantik ya…
sama kok… saya juga sangat sebal dengan kepribadian buruk yang saya miliki. –_-
But… it doesn’t matter, because
of the weaknesses that I have, I able to know the person that will really
accept me whatever my condition. They are who will complete me now and later. Thank
you for your kindness, I love the way you guys treat me so well as your family,
best friend, friend, sister and many more. It means a lot to me. ^^
Komentar
Posting Komentar